EjB3vSKmQo697EadCV9cGlL38GnDuoUNUgLqklCB
Bookmark

Mengenal Pengertian Pola Asuh Menurut Para Ahli, Faktor-Faktor Dan Fungsi-Fungsinya

Keluarga adalah bagian yang sangat penting dalam perkembangan kehidupan seorang anak baik dari sisi fisiologis maupun psikologis mereka. Sehingga peran orang tua memenuhi perkembangan anak tersebut sudah seharusnya memilki jenis pola asuh yang baik.

Di sisi lain bagi seorang anak keluarga atau orang tua adalah lingkungan pertama mereka dalam kehidupannya. Untuk itu selain penting memilih jenis pola asuh yang baik adalah mengetahui sendiri apa itu pola asuh? atau yang disebut dengan istilah parenting.

Mengenal Pengertian Pola Asuh Menurut Para Ahli, Faktor-Faktor Dan Fungsi-Fungsinya
Gambar. Mengenal pengertian pola asuh menurut para ahli, faktor-faktor dan fungsi-fungsinya. Sumber. pixabay.com

Ada beragam pengertian dan jenis-jenis parenting atau pola asuh yang dapat dipilih oleh orang tua dalam menerapkannya pada anak-anak. Untuk itu pada pembahasan ini kita akan mencoba mengetahui lebih jauh tentang apa itu pola asuh? Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh para ahli.

Selain itu kita juga akan mencoba mengenal lebih jauh tentang macam-macam parenting atau jenis-jenis pola asuh, dan hal yang harus diketahui juga oleh orang tua yaitu seperti faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh dan fungsi-fungsinya.

Pengertian Pola Asuh Menurut Para Ahli

Apa itu pola asuh? Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pola asuh atau gaya pengasuhan adalah upaya yang dilakukan dalam bentuk perlakuan yang dilakukan untuk melindungi, mendidik, merawat, dan membimbing anakanaknya agar dapat tumbuh kembangnya sesuai dengan tahapannya, (Anggraini, 2018).

Adapun pengertian dan definisi pola asuh juga banyak yang telah diberikan oleh para ahli, untuk itu alangkah baiknya kita melihat hal ini berdasarkan rumusan yang diberikan oleh para ahali sebagai awal memahami tentang pola asuh. Adapun beberapa pengertian pola asuh menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:

  • Tarsis Tarmudji (2005: 1) 

Menurutnya arti dari pola asuh orang tua adalah merupakan interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan.

  • Menurut Slavin (dalam Hidayat, 2003) 

Mengungkapkan bahwa pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang digunakan orangtua untuk berhubungan dengan anak-anak.

  • Kohn (dalam Taty Krisnawaty, 1986: 46) 

Pola asuh diartikan sebagai suatu sikap atau interaksi orang tua terhadap anak-anaknya. Kemudian hal itu terdiri dari cara mereka mengatur, memberi hadiah maupun hukuman, atau bagian dari cara orang tua menggunakan otoritas mereka serta bentuk perhatian terhadap anak-anaknya.

  • Menurut Gunarsa (2000)

Pengertian pola asuh anak adalah suatu pola orang tua untuk berinteraksi dengan anak, dan hal itu tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan fisiologis maupun psikologis. Melainkan adanya norma yang dibuat yang kemudian berlaku pada kehidupan yang selaras dengan lingkungan sekitar atau masyarakat.

  • Menurut Hurlock (1999)

Mendefenisikan pola asuh sebagai suatu proses yang dilakukan orang tua pada perkembangan anaknya hingga menuju dewasa. Walaupun memiliki metode pengasuhan yang berbeda, namun peran untuk melengkapi dan mempersiapkan dengan memberikan bimbingan maupun pengarahaan agar anak dapat menjalani kehidupannya.

  • Menurut Kohn (1994)

Definisi Pola asuh anak menurut Kohn dalam Monks, Knoers, dan Hadilini yaitu suatu tindakan orang tua dalam memberikan perlindungan maupun pendidikan pada anak di kehidupan sehari-hari atau yang berkaitan dengan interaksi orang tua ketika berhubungan dengan anak mereka.

Macam-Macam Parenting

Apa saja jenis-jenis pola asuh atau macam-amacam parenting? Untuk menjawab pertanyaa ini, Hurlock dalam (Adawiah, 2017: 33-48) melakukan pembagian dalam pola asuh anak menjadi tiga bentuk, dan hal ini akan diuraikan yaitu sebagai berikut:

1. Pola Asuh Otoriter 

Pola asuh secara otoriter maksudnya bentuk pola asuh yang mewajibkan anak-anak untuk menerapkan aturan dan batasan tanpa memberikan adanya kesempatan pada anak untuk menyuarakan argumennya. Pada pola asuh otoriter, jika anak tidak menerapkan peraturan tersebut maka anak anak diancam dan diberi hukuman. 

2. Pola Asuh Permisif 

Pola asuh ini diartikan sebagai pola asuh yang fleksibel atau orang tua menerapkan kebebasan dan keleluasaan pada anak untuk melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa adanya batasan dan peraturan yang diberikan oleh orang tua. Tidak adanya pertimbangan dan bimbingan yang diberikan oleh orang tua terhadap anak sehingga orang tua memberikan kebebasan penuh pada anak. 

3. Pola Asuh Demokratis 

Pola asuh demokratis diartikan sebagai pola orang tua delalu memberi bimbingan secara penuh terhadap perkembangan anak. Pola asuh tersebut menanamkan sikap disiplin kepada anak dengan cara memberikan contoh, menghargai dan juga memberikan kebebasan yang tentunya diikuti dengan adanya bimbingan dari orang tua. 

Anggraini, dkk (2018) memaparkan bahwasanya pola asuh orang tua terdiri dari bermacam-macam tipe yang dapat membentuk anak dengan kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Contohnya pada pola asuh otoriter, yang akan membentuk anak menjadi pribadi yang plegmatis, pola asuh demokratif yang akan membentuk anak menjadi pribadi yang asertif. 

Di sisi lain Santrock dalam (Asfiyah, 2020: 37-50)mengatakan bahwa jenis pola asuh yang biasa diketahui secara umum untuk diterapkan keluarga pada anak-anak mereka juga terdiri dari 4 jenis pola asuh, yaitu akan diuraikan sebagai berikut:

1) Authotarian Parenting

Pola asuh authotarian parenting adalah orang tua yang membatasi dan memberikan hukuman pada anak. Orang tua dengan pola asuh ini juga bersifat mengontrol dan tidak memberikan kesempatan pada anak dalam kebebasannya seperti menyampaikan pendapatnya.

Orang tua dengan pola asuh otoritarian juga menjadikan anak seakan-akan harus patuh, artinya mereka menginginkan anak tumbuh sesuai dengan apa yang mereka sebagai orang tua inginkan dan buka sebagaimana anak inginkan. Hal ini kadang membuat anak-anak merasa tertekan, karena tidak adanya kebebasan berekspresi bagi anak.

2) Authoritative Parenting

Pola asuh authoritative parenting adalah orang tua yang bersifat membimbing dan memberi dukungan pada anak. Pola asuh ini menginginkan anak dapat berkembang menjadi pribadi yang independent namun tetap dalam Batasan dan pengawasan orang tua. 

Orang tua juga akan memberikan peraturan dan kesepakatan yang akan diberikan bersama dengan penjelasan dan penalaran kepada anak. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertukar pikiran dan merangkul mereka dalam berpendapat merupakan salah satu sifat dari pola asuh ini. 

3) Neglectful Parenting

Pola asuh neglectful parenting adalah orang tua yang bersifat mengabaikan terhadap apa yang dilakukan anak-anak mereka. Orang tua dengan pola asuh ini tidak berperan dan tidak memiliki keterlibatan aktif pada kehidupan anaknya. 

4) Indulgent Parenting

Pola asuh indulgent parenting adalah keterlibatan aktif orang tua di dalam kehidupan anak, namun hal tersebut tidak diiringi dengan sikap orang tua yang mengekang atau memberikan batasan kepada anak-anak.

Artinya dalam pola asuh ini orang tua juga seakan memberikan kebebasan kepada anak dalam setiap perilaku atau tindakannya dalam kesehariannya. Sehingga kadang-kadang akan menghasilkan anak dengan pribadi yang sulit mengontrol perilakunya sendiri, karena kurang sikap pengontrolan dari orang tua.

Baca Juga:

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak-anak mereka? Menurut (Tridhonato, 2014) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh terdiri dari 6 kategori, yaitu akan diuraikan sebagai berikut:

1. Usia Orang Tua 

Jarak usia antara anak dengan orang tua memiliki pengaruh dalam pengasuhan anak. Jika orang tua berada pada usia yang terlalu muda maupun terlalu tua akan mempengaruhi peran-peran pengasuhan sehingga tidak dapat berjalan secara optimal baik dalam apek fisik maupun psikososialnya. 

2. Keterlibatan Orang Tua 

Salah satu hal yang penting dalam membina hubungan dengan anak yaitu adanya keterlibatan kedua orang tua. Hubungan dan keterlibatan ayah tidak kalah penting bahkan memiliki porsi yang sama pentingnya dengan keterlibatan ibu dalam pengasuhan anak. Maka dari itu keterlibatan kedua orang tua sangat berpengaruh dalam pengasuhan anak. 

3. Pendidikan Orang Tua 

Orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi memberikan pengaruh dalam kesiapan ketika mengasuh anak. 

4. Pengalaman Sebelumnya 

Terkait Pengasuhan Anak Orang tua yang mendapatkan berbagai pengalaman dibidang pengasuhan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap pengasuhan anal karena dinilai lebih siap dan memahami bagaimana pola pengasuhan yang seharusnya mereka lakukan. 

5. Tingkat Stress Yang Dimiliki Orang Tua 

Stress dapat mempengaruhi tingkatan kesiapan orang tua di dalam pengasuhan. Tingkatan stress tersebut berpengaruh pada kesanggupan dalam membimbing anak. Namun tanpa disadari stress yang dialami oleh orang tua juga dapat diperoleh dari kondisi yang dimiliki oleh anak. 

6. Hubungan Antara Suami dengan Istri 

Kedekatan yang harmonis yang terdapat di dalam keluarga, terutama suami dan istri memberikan suasana yang positif, sebaliknya jika hubungan yang kurang harmonis akan membawa suasana yang negatif sehingga dapat mempengaruhi orang tua dalam menghadapi masalah pengasuhan anak. 

Fungsi Pengasuhan Anak

Setiap orang tua harus mengetahui apa fungsi dari pengasuhan anak? Sehingga ia dapat melakukan pengasuhan dengan sepenuh hati. Menurut (Sunarti, 2004: 22) terdapat 3 fungsi dalam pengasuhan anak, yaitu akan diuraikan sebagai berikut:

1. Pendidikan Fisik 

Pertama dapat dikenal dan dilihat oleh semua orang-orang yaitu dimensi yang mempunyai bentuk terdiri dari seluruh perangkat: kepala, badan, tangan, kaki dan seluruh anggota luar dan dalam yang diciptakan oleh Allah dalam bentuk dan kondisi yang sebaik-baiknya. Pendidikan fisik bertujuan untuk kebugaran kesehatan tubuh yang terkait dengan ibadah, akhlak dan dimensi kepribadian lainnya. 

2. Pendidikan Keindahan 

Fungsi kedua dari pengasuhan anak adalah memberikan pendidikan tentang keindahan. Kemudian hal ini dapat berupa perasaan akan cinta, gerak hati pada kesadaran, perasaan melakukan pemberian serta gerak otak pada pemikiran anak. Dengan begitu orang tua mampu merasakan suatu hal yang indah dapat saja merubah suasana hati yang kemudian memberikan ketenangan jiwa pada anknya.

3. Pendidikan Iman bagi Anak 

Fungsi pola asuh adalah bagian dari pendidikan iman untuk anak. Sehingga peran orang tua diharapkan mampu memperkenalkan, memberikan bimbingan serta membangkitkan kemampuan spritual yang sifatnya naluri. Kemudian memberikan keteladanan dan bisa melibatkan anaknya atau anggota keluarga agar bisa menganl apa yang menjadi kaidah-kaidah maupun perilaku dalam agama tersebut.

Referensi

Adawiah, Rabiatul. 2017. “Pola Asuh Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Anak,” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 7, no. 1 (2017): 33–48.


Asfiyah, Wardatul. “Pola Asuh Orang Tua Dalam Motivasi Belajar Anak,” Edification Journal 2, no. 2 (2020): 37–50.


Anggraini Anggraini, Pudji Hartuti, and Afifatus Sholihah, “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kepribadian Siswa Sma Di Kota Bengkulu,” Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling 1, no. 1 (2018): 10–18.


Sunarti, Euis. 2004. Mengasuh Dengan Hati Tantangan Menyenangkan. (Jakarta, PT Elex media kompurindo).


Tridhonato, Al. 2014. Mengembangkan Pola Asuh Demokratis (Jakarta: IKAPI, 2014).

Post a Comment

Post a Comment