EjB3vSKmQo697EadCV9cGlL38GnDuoUNUgLqklCB
Bookmark

Mengenal Gangguan Kepribadian Borderline Atau BPD (Borderline Personality Disorder)

Kepribadian sehat adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena hal itu berpengaruh tentang bagaimana cara mereka beraktivitas seperti berinteraksi dengan sesamanya maupun tentang melakukan penilaian terhadap diri mereka sendiri.

Apabila individu memiliki gangguan kepribadian, maka hal itu juga akan mempengaruhi cara pandang terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Orang yang memiliki gangguan kepribadian juga cenderung sulit membangun hubungan dengan orang lain secara sehat.

Mengenal Gangguan Kepribadian Borderline Atau BPD (Borderline Personality Disorder)
Gambar. Mengenal gangguan kepribadian borderline atau BPD (Borderline Personality Disorder). Sumber. pixabay.com

Individu akan mengalami ketidakstabilan emosional adalah bagian dari gangguan kepribadian, salah satunya adalah Borderline Personality Disorder (BPD). Ini juga salah satu istilah atau jenis gangguan kepribadian yang seringkali dibahas saat ini.

Lantas apa itu Borderline Personality Disorder (BPD)? Untuk itu pada pembahasan ini kita akan mencoba mengenal lebih jauh tentang jenis gangguan kepribadian ini, tentunya berdasarkan pengertian yang diberikan para ahli, mengenal gejala atau tanda-tanda BPD dan penyebabnya.

Pengertian Borderline Personality Disorder (BPD)

Gangguan kepribadian borderline (Borderline Personality Disorder, BPD) adalah gangguan mental yang ditandai oleh pola perilaku impulsif, hubungan interpersonal yang tidak stabil, dan perasaan yang intens dan tidak stabil terhadap diri sendiri. Orang dengan BPD sering mengalami ketidakstabilan emosional yang ekstrem dan sulit dalam mengatur emosi mereka.

Baca Juga: Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli Dan 10 Ranah Kepribadian Dalam Psikologi

Pengertian di atas diuraikan berdasarkan pada kriteria diagnostik yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5), yang merupakan panduan utama dalam bidang kesehatan mental. Adapun beberapa pengertian Borderline Personality Disorder (BPD) menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:

  • Gunderson dan Links, (2008)

Borderline Personality Disorder (BPD) adalah salah satu jenis gangguan kepribadian dikenal dengan adanya ketidakstabilan emosional yang ekstrem dan hubungan interpersonal, serta dintandai dengan perilaku impulsif dan itu bisa merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.

  • Linehan (1993) 

Arti gangguan kepribadian borderline (BPD) adalah kondisi di mana seseorang mengalami adanya emosi dan hubungan interpersonal yang tidak stabil, rasa takut akan penolakan serta ketidakstabilan identitas pada dirinya.

  • Paris (2013) 

BPD adalah sebuah kondisi yang ditandai oleh pola perilaku maladaptif yang meliputi ketidakstabilan emosional, ketidakstabilan hubungan sosial, serta kecenderungan untuk melakukan perilaku impulsif yang dapat merugikan diri sendiri.

Gejala Dan Tanda-Tanda BPD

Tanda-tanda orang mengalami Gangguan Kepribadian Borderline (BPD) dapat bervariasi, tetapi ada beberapa tanda umum yang diakui oleh para ahli. Berikut adalah tanda-tanda Borderline Personality Disorder (BPD) yang umum diidentifikasi oleh para ahli dengan referensi sumber yang relevan:

1. Ketidakstabilan Emosional

Menurut American Psychiatric Association (2013) Gejala utama BPD adalah ketidakstabilan emosional yang intens. Orang dengan BPD cenderung mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan ekstrem. Mereka dapat dengan mudah beralih dari perasaan gembira menjadi marah, kesedihan, atau kecemasan yang mendalam. Ketidakstabilan emosi ini dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi sehari-hari dan mempengaruhi hubungan interpersonal.

2. Ketidakstabilan Hubungan Interpersonal

Menurut Gunderson (2011) Individu dengan BPD sering mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan interpersonal yang stabil dan sehat. Mereka mungkin memiliki sikap yang bertentangan terhadap orang lain, berubah antara mengagumi dan menghancurkan orang tersebut. Pola idealisasi-devaluasi ini dapat menyebabkan konflik dan keretakan dalam hubungan mereka.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Dalam Hubungan berdasarkan Kepribadian

3. Perilaku Impulsif

Menurut Paris (2013) perilaku impulsif adalah ciri khas BPD. Individu dengan BPD cenderung melakukan tindakan impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Mereka mungkin terlibat dalam perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat, kebiasaan makan yang tidak terkontrol, pengeluaran uang berlebihan, atau hubungan seksual yang tidak aman.

4. Citra Diri yang Tidak Stabil

Menurut Gunderson (2011) orang dengan BPD seringkali memiliki citra diri yang tidak stabil. Mereka mungkin mengalami perasaan kosong, kebingungan tentang siapa mereka sebenarnya, dan merasa tidak memiliki identitas yang konsisten. Perubahan dalam preferensi, minat, dan tujuan hidup juga dapat terjadi.

5. Ketakutan akan Penolakan dan Ditinggalkan

Menurut American Psychiatric Association (2013) orang dengan BPD sering mengalami ketakutan yang berlebihan akan penolakan dan ditinggalkan oleh orang lain. Mereka cenderung khawatir bahwa orang yang mereka sayangi akan meninggalkan mereka atau tidak mencintai mereka. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan yang berkelanjutan dan ketegangan dalam hubungan interpersonal.

Dalam mengidentifikasi tanda-tanda BPD, penting untuk diingat bahwa diagnosis yang akurat harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental yang berkompeten. Hanya mereka yang dapat mengevaluasi gejala dan memberikan diagnosis yang tepat berdasarkan pedoman yang ditetapkan dalam DSM-5 atau sumber referensi medis lainnya.

Penyebab BPD (Borderline Personality Disorder)

Penyebab pasti Gangguan Kepribadian Borderline (BPD) belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada perkembangan BPD. Berikut adalah beberapa faktor penyebab BPD menurut para ahli dengan referensi sumber yang relevan:

1. Faktor Genetik

Distel et al., (2008) penelitian telah menunjukkan adanya faktor genetik yang berperan dalam perkembangan BPD. Studi pada keluarga dan kembar identik menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan genetik dalam mengalami BPD. Namun, faktor genetik ini mungkin hanya menjadi salah satu bagian dari penyebab BPD, dan faktor lingkungan juga memainkan peran penting.

2. Faktor Lingkungan

Zanarini et al., (2005) Pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak dan lingkungan yang tidak stabil dapat berkontribusi pada perkembangan BPD. Misalnya, individu yang mengalami pelecehan fisik atau seksual, pengabaian, atau terpapar pada lingkungan yang tidak aman dan tidak mendukung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan BPD. Faktor lingkungan ini berinteraksi dengan kerentanan genetik dan dapat memengaruhi perkembangan dan ekspresi gejala BPD.

3. Faktor Neurobiologis

Siever & Davis (2008) penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam fungsi dan struktur otak pada individu dengan BPD. Gangguan dalam sistem saraf pusat, termasuk disfungsi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, serta perubahan dalam respon emosi dan pengaturan impuls, dikaitkan dengan BPD. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami lebih lanjut hubungan antara faktor neurobiologis ini dengan perkembangan BPD.

Hal yang perlu diingat adalah BPD mungkin disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan neurobiologis. Selain itu, pengaruh interaksi antara faktor-faktor ini dapat bervariasi dari individu ke individu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang penyebab BPD dan peran masing-masing faktor dalam perkembangan gangguan ini.

Disclaimer:

Penting untuk dicatat bahwa diagnosis dan penanganan BPD harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental yang berkualifikasi dan berpengalaman. Situs ini tidak menyediakan konsultasi konseling, anda bisa mencari di tempat yang lebih relevan.

Referensi

American Psychiatric Association. 2013. Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.


Distel et al. 2008. Heritability of borderline personality disorder features is similar across three countries. Psychological Medicine, 38(9), 1219-1229.


Gunderson, J.G., & Links, P.S. 2008. Borderline Personality Disorder: A Clinical Guide. American Psychiatric Publishing.


Linehan, M.M. 1993. Cognitive-Behavioral Treatment of Borderline Personality Disorder. Guilford Press.


Paris, J. 2013. Borderline Personality Disorder: A Multidimensional Approach. American Psychiatric Publishing.


Siever, L. J., & Davis, K. L. 2008. A psychobiological perspective on the personality disorders. The American Journal of Psychiatry, 165(2), 237-247.


Zanarini et al., 2005. The McLean Study of Adult Development (MSAD): overview and implications of the first six years of prospective follow-up. Journal of Personality Disorders, 19(5), 505-523.

1 comment

1 comment

  • Abeta
    Abeta
    July 16, 2023 at 7:01 PM
    Terimakasih selalu menuliskan tema² yg bermanfaat guna pentingnya kesehatan mental untuk pembaca 🙏
    Reply