EjB3vSKmQo697EadCV9cGlL38GnDuoUNUgLqklCB
Bookmark

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli Dan 10 Ranah Kepribadian Dalam Psikologi

Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang mereka yakini dan fokus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian. 

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli Dan 10 Ranah Kepribadian Dalam Psikologi
Gambar. Pengertian kepribadian menurut para ahli dan 10 ranah kepribadian dalam psikologi. Sumber. pixabay.com

Apa Itu Kepribadian?

Istilah kepribadian secara teoritis menurut (Alwilsol, 2005) selalu diidentikan dengan kata personality dalam bahasa Inggris, apabila melihat kata personality berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu "prosopon" atau "persona" yang berarti “topeng” pada waktu itu biasa dipakai oleh artis dalam panggung teater.

Dengan dengan demikian istilah tersebut sebenarnya bagian dari perilaku yang ditampilkan berdasarkan pada topeng yang dikenakan oleh mereka, seakan-akan topeng tersebut menunjukan ciri kepribadian dari para artis teater tersebut. Sehingga istilah personality mempunyai pengertian awal pada masyarakat awam pada waktu itu, yaitu tentang bagaimana seseorang menampikan diri yang diinginkan oleh lingkungan sosial mereka.

Kata personality menjadi istilah ilmiah pengertiannya berkembang menjadi lebih bersifat internal, sesuatu yang relatif permanen, menuntun, mengarahkan, dan mengorganisir aktivitas manusia. Di sisi lain teradapat beberapa istilah yang diidentikan dengan kata personality tersebut, sebagaimana yang dipakai dalam teori-teori psikologi. 

Alwilsol (2005) berpendapat bahwa ada 7 istilah personality atau kepribadian yang biasa dipakai dalam teori psikologi dengan makna yang bisa berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:

  • Personality (kepribadian): Istilah menggambarkan tingkah laku secara deskriptif, namun tanpa memberi nilai (devaluative).
  • Character (karakter): Istilah ini menggambarkan tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik yang dilakukan secara eksplisit maupun implisit.
  • Disposition (watak): Istilah ini juga diartikan sebagai karakter yang sebenarnya telah lama dimiliki dan sampai saat ini belum berubah.
  • Temperamen (temperamen): Istilah ini merujuk pada kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologik atau fisiologik, disposisi hereditas.
  • Traits (sifat): Istilah dengan menunjukan respon yang senada (sama) terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama.
  • Type-attribute (ciri): Sebenarnya istilah ini mirip dengan apa yang disebut sebagai sifat, namun pada kelompok yang lebih terbatas dalam stimulus.
  • Habit (kebiasaan): Yaitu suatu istilah merujuk pada respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Pengertian kepribadian yang dirumuskan oleh para ahli sebenarnya cukup beragam, tentunya hal itu karena mereka mendefinisikanya sesuai dengan paradigma atau yang menjadi fokus analisis berdasarkan teoru yang dikembangkan. Adapun beberapa definisi dari kepribadian menurut para ahli, yaitu akan diuraikan sebagai berikut: 

  • Gordon W. W Allport

Kepribadian diartikan sebagai suatu sistem psikofisis atau organisasi yang dinamis pada diri seseorang, yang dapat menentukan ciri khas dalam menyesuaikan dengan lingkungan mereka (Singgih Dirgagunarso, 1998 : 11). 

  • Kresch dan Crutchfield (1969)

Kepribadian adalah bagian dari karakteristik seseorang yang terintegrasi dalam satu kesatuan dengan keunikannya yang menentukan, serta dapat dimodifikasikan terhadap usahanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terus berubah-ubah.

  • Adolf Heuken. S.J. dkk.

Kepribadian adalah suatu pola yang berkaitan dengan kemampuan, perbuatan dan kebiasaan seseorang baik itu bersifat jasmani, rohani, mental, emosional maupun sosialnya. Kemudian hal itu menjadi keunikannya yang tertata dalam caranya yang khas dapat berpengaruh dari luar. Kemudian hal itu terwujud pada tingkah lakunya, sebagaimana yang individu kehendaki.

Berdasarkan definisi kepribadian menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian yang telah disebutkan di atas, yaitu sebagai berikut:

  • Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti: inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti: bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst. 
  • Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik. 
  • Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. 
  • Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu. 

Di sisi lain menurut (Alwisol, 2005: 8-9) sesungguhnya dari berbagai definisi itu, ada lima persamaan yang menjadi ciri kepribadian. Bahwa definisi yang telah disebutkan di atas mempunyai sifat, yaitu sebagai berikut:

  • Kepribadian bersifat umum: Kepribadian menunjuk kepada sifat umum seseorang pikiran, kegiatan, dan perasaan yang berpengaruh secara sistemik terhadap keseluruhan tingkah lakunya.
  • Kepribadian bersifat khas: Kepribadian dipakai untuk menjelaskan sifat individu yang membedakan dia dengan orang lain, semacam tandatangan atau sidik jari psikologik, bagaimana individu berbeda dengan orang lain.
  • Kepribadian berjangka lama: Kepribadian dipakai untuk menggambarkan sifat individu yang awet, tidak mudah berubah sepanjang hayat. Kalau terjadi perubahan biasanya bersifat bertahap atau akibat merespon sesuatu kejadian yang luar biasa.
  • Kepribadian bersifat kesatuan: Kepribadian dipakai untuk memandang diri sebagai unit tunggal, struktur atau organisasi internal hipotetik yang membentuk kesatuan dan konsisten.
  • Kepribadian bisa berfungsi baik atau berfungsi buruk: Kepribadian adalah cara bagaimana orang berada di dunia. Apakah dia tampil dalam tampilan yang baik, kepribadiannya sehat dan kuat? Atau tampil sebagai burung yang lumpuh? Yang berarti kepribadiannya menyimpang atau lemah? Ciri kepribadian sering dipakai untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa orang senang dan mengapa susah, berhasil atau gagal, berfungsi penuh atau berfungsi sekedarnya. 

Fungsi Teori Kepribadian

Pembahasan setiap pengetahuan yang dianggap ilmiah tentunya tidak melupakan unsur atau aspek teorinya, begitupun dengan psikologi kepribadian. Disiplin ilmu ini akan mudah dipahami dengan mengenali setiap fungsi dalam teorinya, karena untuk upaya untuk memahami perilaku dan kepribadian manusia tentu sangat sulit.

Alangkah baiknya kitaa berangkat dari aspek teorinya terlebih dahulu, lantas apa itu yang dimaksud dengan teori kepribadian? Manurut (Koeswara, 2001: 5) yaitu sekumpulan konsep-konsep atau anggapan yang saling berkaitan satu sama lain dengan tingkah laku manusia. 

Sama seperti teori ilmiah pada umumnya yang memiliki fungsi deskriptif dan prediktif, begitu juga teori kepribadian. Adapun fungsi ini akan diuraikan, yaitu sebagai berikut: 

1. Fungsi Deskriptif

Deskriptif adalah fungsi dalam teori kepribadian yang menjelaskan atau menggambarkan suatu perilaku atau kepribadian secara rinci, sistematis dan lengkap dari manusia. Seringkali diawali dengan pertanyaan-pertanyaan seperti apa, mengapa dan bagaimana yang terkait dengan perilaku manusia. 

2. Fungsi Prediktif 

Fungsi teori kepribadian tidak hanya menjelaskan atau menggambarkan sesuatu sebagaimana pada deskriptif, melainkan harus adanya fungsi prediktif. Maksud dari kata prediktif adalah suatu fungsi dalam meramalkan atau memperkirakan tentang bagaimana perilaku manusia di hari kemudian.

Baca Juga:

Dimensi-dimensi Teori Kepribadian

Setiap teori tentunya harus diharapkan mampu memberikan jawaban atas setiap pertanyaan seperti apa, mengapa, dan bagaimana. Untuk dalam teori kepribadian dituntut untuk menjawab hal-hal tersebut yang berkaitan dengan tingkah laku manusia. 

Sehingga dapat memberikan teori yang lengkap, sebagaimana menurut Pervin (dalam, Supratiknya, 1995: 5-6) mengunkapkan bahwa suatu teori yang lengkap adalah adanya dimensi-dimensi di dalamnya, sedangkan dalam teori kepribadianb dimensi tersebut terdiri dari penjelaasan yaitu sebagai berikut: 

1. Dimensi Struktur

Penjelasan dari dimensi ini yaitu menggambarkan setiap aspek-aspek dalam kepribadian yang cenderung bersifat baik itu relatif stabil maupun menetap, serta penjelasan yang merupakan unsur-unsur dalam membentuk sosok kepribadian manusia.

2. Dimensi Proses

Penjelasaan daari dimensi proses dalam teori kepribadian ini, yaitu lebih mengarah pada konsep-konsep yang berkaitan dengan motivasi sebagai upaya dalam menjelaskan suatu dinamika pada tingkah laku atau kepribadian manusi.

3. Dimensi Pertumbuhan dan Perkembangan

Penjelasan dimensi teori keprubadian ini yaitu lebih cenderung mengarah pada aneka perubahan pada struktur manusia sejak masa bayi, yang kemudian sampai pada mencapai kematangan dan stiap perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta beragam faktor yang dapat menentukan hal tersebut.

4. Dimensi Psikopatologi

Penjelasan mengenai dimensi dari psikopatologi dalam teori kepribadian, yaitu lebih cenderung pada pembahasan tentang hakikat dari gangguan kepribadian atau tingkah laku serta setiap asal-usul atau proses atas perkembangannya.

5. Dimensi Perubahan Tingkah Laku 

Penjelasan dari dari dimensi perubahan tingkah laku dalam teori kepribadian, yaitu lebih mengarah pada setiap konsepsi yang berkaitan dengan bagaimana setiap tingkah laku manusia agar bisa dimodifikasi maupun dapat diubah.

Klasifikasi Teori-Teori Kepribadian

Dewasa ini telah banyak teori-teori kepribadian untuk memudahkan mempelajari pskologi kepribadian, yang kemudian para ahli telah mengklasifikasikan teori-teori tersebut ke dalam beberapa kelompok agar mempermudan dan menjadi acuan tertentu sebagai upaya mengembangkannya.

Menurut (Boeree, 2005: 29) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian, yang pertama adalah psikoanalisis beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama, yang dipandang sebagai kekuatan pertama.

Kemudian yang kedua adalah Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua. Sedangkan yang ketiga, yaitu Humanistik, dinyatakan sebagai kekuatan ketiga.

10 Ranah Kepribadian dalam Aplikasi Psikologi

Deskripsi dan prediksi yang dilakukan oleh psikologi kepribadian membantu aplikasi psikologi dalam banyak bidang kehidupan. Teori-teori kepribadian mempunyai ranah dan nilai aplikatif yang berbeda-beda; ada teori yang cocok untuk diaplikasikan pada bidang industri tetapi kurang cocok untuk diaplikasikan di bidang klinik, ada yang cocok dengan bidang tertentu dan kurang cocok dengan bidang lain.

Tetapi ada juga bidang yang semua teori dapat memberikan sumbangan aplikatifnya. Nilai aplikatifnya berbeda-beda, dan nilai itu dapat menjadi salah satu tolok ukur kualitas teori psikologi kepribadian itu sendiri. Gambaran singkat aplikasi psikologi kepribadian dalam 10 ranah aplikasi psikologi yang terpenting, sebagai berikut:

1. Ranah Psikologi Industri 

Psikologi kepribadian pada ranah industri dianggap membantu dalam menyeleksi dan mengklasifikasi sejumlah karyawan. Biasanya menggunakan paradigma traits, yang dilakukan sebagai bentuk pengukuran perbedaan pada individu baik itu dari segi minat jabatan, sikap, sifat serta yang berkaitan dengan bidang pekerjaan.

2. Ranah Psikologi Organisasi

Pengaturan suatu organisasi tidak hanya pada lingkungkan industri, melainkan bisa saja di lingkungan sekolah, militer, rumah sakit dan bahkan pada tim olahraga. Untuk itu ranah psikologi kepribadian berperan sangat penting di dalamnya.

Psikologi kepribadian dalam konteks ini berupaya untuk memberikan suatu keseimbangan yang terkait tentang keefektifan dalam organisasi dengan kepuasan anggotanya, dan dapat membantu pemecahan masalah dalam organisasi, problem anggota serta motivasi kelompoknya.

Sebagaimana dalam pandangna Lewin yang berdasarkan pada paradigma kognitif, dan mengaplikasikan dalam perspektif lingkungan yang menekankan adanya saling ketergantungan antara individu dengan organisasi. 

3. Psikologi Permesinan

Pengaplikasian psikologi kepribadian sebenarnya begitu kompleks, selain menggarap atau membicarakan faktor manusia seperti melatih, memilih serta meningkatkannya juga sangat terkait dengan tekonologi permesinan. 

Dengan kata lain hali itu memiliki tujuan agar dapat mengoptimalkan metode kerja, lingkungan kerja dan bahkan peralatan. Hal itu bisa saja terlihat misalnya sebagai bentuk analisis daya tahan karyawan dalam mengurangi dampak atau kerugian akibat dari kebosanan, kecelakaan kerja serta kelelahan.

4. Psikologi Lingkungan

Lingkungan tidak hanya menggambarkan tentang keberadaan manusia, karena hal itu dapat mempengaruhi perilaku dan perkembangan manusia. Dengan begitu pengaplikasian psikologi kerpribadian dalam konteks ini sangat penting untuk memahami tentang interaksi individu dengan lingkungannya.

Manusia tentunya memliki kondisi atau situasi lingkungan yang berbeda-beda, sehingga setiap mereka juga akan memiliki tekanan dan daya tahan yang berbeda pula. Untuk itu keberadaan psikologi kperibadian di ranah lingkungan adalah mengukur serta memprediksi setiap dampak yang diberikan lingkungan terhadap tingkah laku manusia.

5. Psikologi Konsumen

Dunia marketing sangat membutuhkan berbagai pengetahuan tentang apa yang dibutuhkan konsumen, sehingga mereka dapat terus memberikan yang terbaik pada dunia usaha yang penuh persaingan saat ini. Untuk itu pengaplikasian psikologi konsumen sangat penting bagi pencapaian dalam aktivitas marketing juga. 

Promosi misalnya sebenranya sangaat membutuhkan pemahaman atau pengetahuan tentang permintaan pasar, dalam hal ini adalah tentang mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. 

Selain itu penerapan psikologi kepribadian di ranah ini juga mempelajari pola keputusan pembelian dari konsumen, artinya kita belajar bagaimana konsumen memutuskan untuk membeli suatu produk. Sehingga dengan begitu kita bisa membuat suatu aktivitas promosi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan mendorong mereka untuk pembelian suatu produk.

6. Psikologi Klinik 

Berdasarkan uraian (Wiramihardja, 2007) yang memberikan pengertian psikologi klinik menurut J.H.Resinck, yaitu suatu bidang psikologi yang meliputi pelayanan, riset dan pengajaran dengan prinsip-prinsip yang relevan. Selanjutnya mengandung metode-metode dan prosedur sebagai upaya memahami, menduga serta mengurangi maladjustmen.

Tidak hanya mengurangi hal itu, melainkan berupaya untuk mengurangi ketidaknyamanan dan ketidakmampuan yang diterapkan pada populasi klien dengan rentang yang sebenarnya luas. Di sisi lain ranah psikologi ini dikatakan spesial dengan kegiatannya seperti penemuan dini suatu tingkah laku yang tidak dikehendaki serta tritmen sebagai upaya memperbaikinya.

7. Psikologi Konseling

Ranah inu mungkin terlihat ada kemiripan dengan psikologi klinik, namun pada pembahasan konseling lebih cenderung menangani gangguan pada tingkah laku yang lebih ringan. Kemduian penderita diangga masih dapat melakukan tugas sehari-hari yang bisa dikatakan terlihat baik dalam bekerja, belajar maupun berkomunikasi selayaknya individu normal lainnya.

Peran konselor dalam psikologi konseling misalnya membatu siswa dalam berkarir, memilih jurusan, menangani adanya hambatan pada individu dalam penyesuaian dengan kaitannya seperti pekerjaan, pernikahan, kondisi fisik dan bahkan tentang pensiunnya.

8. Psikologi Pendidikan

Psikologi kepribadian pada ranah pendidikan ini membantu proses dan aktivitas seperti guru maupun muridnya. Pengaplikasiannya seperti membantu mengenali kepribadian pendidik maupun peserta didik dan berupaya untuk memanfaatkannya demi mengoptimalkan prestasi dalam dunia pendidikan atau menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah maupun tuntutan masyarakat.

9. Psikologi Komunitas (Psikologi Sosial) 

Psikologi ini ranahnya cenderung pada suatu komunitas atau kehidupan sosial masyarakat, dan dianggap sebagai gabungan dari psikologi organisasi, lingkungan serta klinik dan konseling. Ranah ini juga berupaya untuk mengantisipasi atau mencegah timbulnya kesulitan psikis terhadap anggota komunitas, serta mengintervensi sikap masyarakat yang dianggap kurang positif.

Adapun sikap-sikap tersebut bisa dilihat seperti permisif terhadap pornografi, tidak adanya kepedulian ketika melihat kemiskinan orang lain serta kebersihan lingkungan dan sebagainya. Padahal itu dapat mempengaruhi sikap atau kepribadian dari suatu kelompok sosial atau masyarakat tersebut.

10. Psikologi Kesehatan

Ranah psikologi kesehatan berupaya untuk meningkatkan adanya motivasi untuk hidup sehat atau semangat mereka untuk hidup seperti pada orang sakit, dan membantu pihak rumah sakit atau dokter dalam menangani setiap pasiennya.

Referensi

Alwisol. 2005. Psikologi Kepribadian. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang. 

Boeree, CG. 1997. Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa: Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta: Primasophie. 

Heuken, Adolf S.J. 1979. Tantangan Membina Kepribadian: Pedoman Mengenal Diri. Kanisius: Yogyakarta. 

Dirgagunarsa, Singgih. 1978 Pengantar Psikologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 

Kretch, David dan Crutchfield, Ricahrd S. 1969. Elements of Psychology. New York: Alfred A. Knopf. 

Koeswara, E. 2001. Teori-Teori Kepribadian. Bandung Eresco.

Sumadi Suryabrata. 2005. Psikologi Kepribadian. Jakarta: CV Rajawali. 

Supratiknya, A. (editor). 1993. Teori-teori Holistik: Organismik Fenomenologis. Yogyakarta: Kanisius. 

Sutardjo A. Wiramihardja, 2007. Pengantar Psikologi Klinis. PT Refika Aditama: Bandung.


Post a Comment

Post a Comment