EjB3vSKmQo697EadCV9cGlL38GnDuoUNUgLqklCB
Bookmark

Apa itu People Pleaser? Berikut ini Pengertian People Pleaser, Penyebab dan Ciri-Ciri People Pleaser serta Dampaknya

Merasa kurang enakan terhadap seseorang merupakan hal yang sering kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita ingin menjadi pribadi yang bisa disenangi oleh semua orang, kita mengedepankan kepentingan orang lain dan menomor duakan kepentingan diri kita sendiri.

Seperti ingin terus menolong teman kita yang sangat memerlukan pertolongan. Tapi semua itu juga terkadang membuat kita merasa kurang enakan dikala orang meminta pertolongan pada kita, yang dalam kondisi tersebut banyak kesibukan yang harus kita prioritaskan dan situasi ini dikenal dengan istilah people pleaser.

Apa itu People Pleaser? Berikut ini Pengertian People Pleaser, Penyebab dan Ciri-Ciri People Pleaser serta Dampaknya
Gambar. Apa itu People Pleaser? Berikut ini pengertian people pleaser, penyebab dan ciri-ciri people pleaser serta dampaknya. Sumber. pixabay.com

Pengertian People Pleaser

Apa itu people pleaser? Istilah ini merujuk pada kondisi atau situasi di mana orang merasa tidak enakan apabila dimintai pertolongan dari orang lain, atau mereka adalah orang yang sangat sulit mengatakan tidak. Mereka seakan-akan menjadi orang yang rela melakukan apapun untuk orang lain, walaupun mereka sendiri tidak merasa nyaman, sulit dan sebagainya.

Menurut Desy Wee (2021: 34-35) people pleaser adalah istilah yang menggambarkan sikap seseorang dalam situasi kapan dan di manapun selalu berusaha agar bisa menyenangkan orang-orang yang ada di sekitarnya, serta mereka memiliki kecenderungan agar tidak membuat orang lain kecewa dengan dirinya.

Dengan demikian kita bisa memahami bahwa people pleaser merupakan sikap seseorang yang cenderung menomorsatukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri. Terkadang sikap ini seringkali muncul sebagai upaya agar ingin disukai, disenangi, diakui atau ingin keberadaannya diterima oleh orang lain.

Di sisi lain sikap ini juga menggambarkan bahwa seseorang tidak memiliki prinsip dan tujuan yang jelas, atau bisa dibilang ada bermacam-macam yang ingin dibuktikan tapi bukan berdasarkan atas kesejahteraan dirinya. Tujuan lain yaitu mereka ingin menghindari segala konflik dalam kehidupannya, mereka penuh ketakutan jika orang lain menjauhinya apabila merasa tidak bermanfaat walaupun cenderung selalu dimanfaatkan orang lain. 

Penyebab People Pleaser dan Ciri-Cirinya

Sebenarnya apa sih penyebab orang terjebak dalam people pleaser? Sehingga pribadi kita sering mengalami perasaan yang tidak enakan. Beberapa uraian tentang penyebab sikap tersebut di bawah ini mungkin dapat memberikan kita gambaran tentang apa penyebab people pleaser? Yaitu sebagai berikut:

1. Takut Akan Penolakan

Salah satu tanda bahwa kita berada dalam situasi tidak enakan adalah ketika ada perasaan takut ditolak oleh teman satu circle mu. Padahal, penelitian menyebutkan bahwa itu hanya asumsi kita saja ketika berpikiran baahwa bakal diterima atau tidak. 

Asumsi itu biasanya datang berupa kalimat-kalimat bernada pesimis seperti merasa bahwa bila kita tidak melakukan apa yang orang lain atau kemauan teman kita, maka mereka akan tidak lagi ingin berteman dengan kita lgi. Sehingga hal itu membuat kita selalu takut untuk berkata tidak atau menolak kemauan mereka dan terus tergerak untuk bersikap seaka harus terus peduli dan menyenangkan hati orang lain.

2. Takut Untuk Gagal

Dalam kehidupan sehari-hari mengalami kegagalan bukanlah hal yang buruk untuk terus menjadi pribadi agar lebih produktif lagi, namun orang yang memiliki sikap tidak enakan biasanya menganggap itu sebagai hal yang miris karena mereka takut akan kegagalan.

Ketakutan akan kegagalan ini sebenarnya adanya sikap yang terlalu perfeksionis, sehingga dalam melakukan sesuatu mereka merasa harus bisa memberikan yang sempurna tanpa ada kesalahan sedikitpun. Sehingga dalam menjalankan aktivitas mereka selalu dirundungi oleh rasa cemas, karena takut dinilai sebagai orang yang tidak berguna atau mengecewakan orang lain, ketika mereka membutuhkan pertolongan kita.

Sebenarnya sikap perfeksionis ini bukanlah berasal dari dalam kita sendiri, melainkan berasal dari ekspektasi orang lain yang membuat kita merasa cemas sejak dari awal. Hal ini membuat kita ketergantungan dengana penilaian orang lain dalam melakukan sesuatu dan menjadikan diri kita semakin tidak produktif yang bahkan telah kehilangan diri kita sendiri demi kehidupan orang lain.

Tidak hanya itu kita bisa mengenali ciri-ciri people pleaser ini berdasarkan pada apa yang menjadi prinsip dalam dirinya, sehingga hal itu membuat mereka terperangkap dalam situasi sikap tidak enakan ini. Menurut (Hariet B. Braker, 2001) mengatakan bahwa ada beberapa ciri khas yang menjadi prinisp people pleaser, yaitu akan diuraikan sebagai berikut:

  • Aku harus selalu melakukan apa yang orang lain inginkan, harapkan, dan butuhkan dariku.
  • Aku harus menjaga dan melindungi setiap orang di sekitarku baik ketika mereka memintanya atau tidak.
  • Aku harus selalu mendengarkan masalah orang lain dan mencoba yang terbaik dalam membantu menyelesaikan masalah mereka.
  • Aku harus selalu menjadi baik dan tidak melukai perasaan orang lain.
  • Aku harus selalu mendahulukan kepentingan orang lain.
  • Aku tidak boleh berkata “tidak” atas permintaan orang lain yang diajukan kepadaku. 
  • Aku tidak boleh mengecewakan orang lain.
  • Aku harus selalu nampak senang, ceria, dan tidak boleh menunjukkan emosi negatif di depan orang lain.
  • Aku harus selalu berusaha menyenangkan orang lain sehingga mereka tidak bersedih. 
  • Aku tidak boleh membebani orang lain karena masalah yang kumiliki.

Dampak People Pleaser

Menjadi pribadi yang disenangi orang lain memang hal yang wajar-wajar saja, namun taukah jika kita selalu mengedepankan kepentingan orang lain dan menomorduakan kepentingan kita sendiri sebenarnya mempunyai dampak baik positif maupun negatif. 

Dampak positif dari people pleaser adalah bisa jadi anda mempunyai banyak teman, hal ini karena mereka merasa senang bahwa anda selalu membantu mereka. Di sisi lain anda mungkin merasa kepuasan tersendiri ketika dipuji, karena sering merasa bisa diandalkan oleh orang lain. 

Di sisi lain selain terdapat hal-hal positif dalam sikap tidak enakan tersebut, sebenarnya kita juga harus menyadari bahwa ada juga dampak negatifnya. Untuk itu mengenai dengan dampak-dampak negatif dari people pleaser ini, maka akan diuraikan sebagai berikut:

1. Harga Diri yang Rendah

People pleaser merasa bahwa mereka tidak berhak dicintai kecuali jika mereka berhasil dan berperilaku ‘baik’. Harga diri mereka juga tergantung dari seberapa banyak orang yang menyukai mereka (Lancer, 2018).

2. Tidak Mampu Menentukan Prioritas Diri

Saat dihadapkan dengan orang lain yang membutuhkan bantuan, seorang people pleaser akan memilih untuk mengorbankan waktunya dan membantu orang tersebut, walaupun dirinya juga sudah sangat sibuk (Lancer, 2018). 

3. Selalu Merasa Egois

Seorang people pleaser akan merasa kesulitan untuk meminta tolong, menentukan batasan personal, dan memenuhi kebutuhan diri sendiri karena mereka merasa tidak memiliki hak apapun atas diri mereka sendiri (Lancer, 2018).

4. Terus Merasa Terbebani dan Kesal

People pleaser tidak bisa menolak permintaan orang lain karena ketakutan mereka, tetapi pada saat yang sama, mereka membenci keadaan seperti ini. Akibatnya, mood mereka menjadi buruk, tetapi masalah ini juga hanya disimpan dirinya sendiri (Guttman, 2019).

5. Tidak Memiliki Opini Sendiri

People pleaser takut menyinggung perasaan orang lain, oleh karena itu mereka biasanya hanya mengiyakan perkataan orang lain. Begitu pula dengan tindakan mereka, sikap tidak enakan ini cenderung hanya mengikuti instruksi orang lain. (Guttman, 2019).

6. Menanggung Kesalahan Orang Lain

People pleaser akan meminta maaf dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan orang lain/hal yang di luar kendali karena mereka akan berusaha menghindari konflik, walaupun harus mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan yang tidak mereka buat (Guttman, 2019).

7. Terjebak dalam Hubungan Toxic (Toxic Relationship)

Lancer (2019) menuliskan bahwa orang yang memiliki harga diri yang rendah akan mempercayai ejekan dan tuduhan pasangan, dan berpikir bahwa merekalah yang perlu berubah agar hubungan bisa berjalan dengan baik, bukan pasangan yang melakukan kekerasan. 

Selain itu Lancer juga menulis bahwa orang yang masa kanak-kanaknya kurang/tidak dicintai orang tuanya bisa memilih pasangan yang mirip sifatnya dengan orang tua mereka, karena mereka ingin kesempatan kedua untuk mendapatkan cinta orang tua mereka.

Baca Juga:

Cara mengatasi People Pleaser

Setelah memahami tentang suatu perasaan yang tidak mengenakan jika terus memprioritaskan kepentingan orang lain, sedangkan pribadi  sendiri kita nomorduakan. Tentunya sampai pada dampak people pleaser itu sendiri selain memiliki dampak positif, juga mempunyai dampak negatif. Sehingga kita juga harus belajar cara mengatasinya, seperti yang diuraikan berikut ini:

1. Belajar Membuat Batasan

Cara untuk mengatasi people pleaser adalah pertama-tama kita harus berani membuat sutu batasan, dan memahami bahwa apa yang akan dilakukan itu sebenarnya akan menguras energi serta terlihat seperti orang yang tidak menyayangi diri sendiri.

Di sisi lain dengan membuat batasan ini kita menjadi pribadi yang selalu berpikir dan menentukan apa yang boleh dan tidak untuk dilakukan, sehingga diri kita tidak menjadi orang yang akan ditentukan oleh orang lain selain kita sendiri. Untuk itu menurut (Neil, 2012: 60) dalam sangat penting dalam membuat batasan pribadi dengan menerapkan beberapa aturan antara kita dengan orang lain.

2. Tentukan Prioritas

Berikut cara untuk mengatasi rasa tidak enakan atau people pleaser adalah dengan cara menentukan apa yang telah menjadi priorias kita, sehingga tidak perlu mengambil semua tanggung jawab yang sebenarnya bukan intinya atau tidak berhubungan dengan tujuan atau target kita.

Dengan membuat batasan dan menentuka apa yang menjadi prioritas kita, hal ini menjadikan pribadi sendiri dapat belajar memberikan penolakan pada orang lain atau tawarannya yang justru mengganggu tujuan dalam kehidupan kita sendiri.

3. Melakukan Komunikasi Asertif

Setelah membuat suatu batasan dan menentukan prioritas, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan komunikasi asertif. Maksudnya kita dapat memberikan pandangan atau perasan tidak enakan dengan mengkomunikasikan pada orang lain agar dapat saling memahami.

Cara ini juga mengkomunikasikan apa yang kita alami maupun rasakan yaitu dengan mengatakan semuanya pada mereka, dan berusaha mencari win-win solution agar masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik seperti adanya sikap keterbukaan pada mereka.

4. Tidak Harus Membuat Semua Orang Senang

Cara yang berikutnya adalah dengan merubah mindset bahwa kita tidak mempunyai kewajiban untuk membuat semua orang harus senang. Kita harus menyadari bahwa setiap orang punya kelebihan dan keunikan masing-masing, dan kemudian mengatakan pada orang yang membuat perasaan tidak menyangkan ini pada mereka.

Sehingga ada kalanya kita harus tegas dan jujur bahwa tidak seharusnya untuk menerima setiap apa yang dikatakan dan diinginkan oleh orang lain. Dengan demikian kita fokus saja pada apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sendiri, namun bukan berarti kehilangan kepdulian pada orang lain. 

Referensi

Desy, Wee. 2021. Tegas Membangun Batas, ed. Agni, Pertama. Laksana, Jakarta.

Guttman, J. 2019. Beware: People-pleasing behaviors can backfire. Dilansir dari psychologytoday.com

Harriet B. Braiker. 2001. The Disease to Please-Curing the People-Pleasing Syndrome (New York: McGraw-Hill, 2001), 199.

Lancer, D. 2018. Are you a people pleaser? Psych Central. Dilansir dari psychcentral.com

Neil J. Lavender & Alan A. Cavaiola. 2012. Impossible to Please How to Deal with Perfectionist Coworkers, Controlling Spouses, and Other Incredibly Critical People, 1st edition. (Oakland: New Harbinger Publication, 2012), 60.

1 comment

1 comment

  • rh
    rh
    July 31, 2022 at 9:22 PM
    👍🏻
    Reply