Dalam dunia kerja yang penuh tekanan dan target, kadang membuat diri kita menjadi jenuh. Hal ini dapat memberikan dampak ketidaknyamanan individu dalam bekerja, kehilahangan motivasi dan menurunnya produktivitas.
Padahal menjaga produktivitas dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting yang bukan hanya untuk perusahaan, melainkan pada diri sendiri. Namun hal itu berbeda dengan invidu yang memiliki sikap rasa syukur terhadap pekerjaan.
![]() |
| Gambar. Bersyukur di tempat kerja. |
Bagi penelitian psikologi positif menunjukkan bahwa individu yang memiliki sikap rasa syukur terhadap pekerjaan dapat meningkatkan kebahagiaan individu, memperkuat hubungan antar-rekan kerja, dan berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Sikap ini dalam istilah psikologi disebut sebagai gratitude.
Untuk itu dalam tulisan ini memberikan pembahasan mengenai gratitude atau sikap rasa syukur individu dalam bekerja. Kemudian bagaiamana bentuk sikap ini dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas kerja seseorang?
Pengertian Gratitude
Apa itu gratitude? Dalam kata lain disebut sebagai rasa syukur adalah sikap menghargai dan berterima kasih atas hal-hal positif yang diterima, baik dari lingkungan, rekan kerja, maupun organisasi.
Menurut Emmons & Mc Cullough (2003) adalah suatu sikap yang adanya perasaan kagum (a felt sense of wonder), terima kasih (thankfulness) dan penghargaan terhadap hidup (appreciation for life).
Dengan demikian gratitude merupakan satu sikap yang memiliki perasaan menghargai dan bersyukur atas hal-hal baik yang diterima, baik besar maupun kecil.
Manfaat Gratitude di Tempat Kerja
Dalam konteks dunia kerja, sikap gratitude terbukti membawa banyak manfaat, seperti meningkatkan kepuasan kerja, memperkuat hubungan sosial, serta mendorong produktivitas (Emmons & Mc Cullough, 2003).
Demikian bekerja dengan sikap adanya rasa syukur memberikan manfaat pada kinerja maupun hubungan antar sesama karyawan. Adapun beberapa manfaat seseorang bekerja dengan rasa syukur dapat dilihat sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis
Rasa syukur terbukti mengurangi stres, depresi, dan burnout. Individu yang terbiasa bersyukur cenderung lebih optimis dan memiliki tingkat kepuasan kerja lebih tinggi (Emmons & Stern, 2013).
2. Meningkatkan Hubungan Sosial
Karyawan yang menunjukkan rasa terima kasih kepada rekan kerjanya dapat me mperkuat ikatan sosial dan membangun budaya kerja yang positif. Menurut Algoe (2012), gratitude berfungsi sebagai "social glue" yang mempererat hubungan antar individu.
3. Meningkatkan Motivasi dan Kinerja
Karyawan yang merasa dihargai lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik. Studi dari Grant & Gino (2010) menemukan bahwa ungkapan terima kasih dari atasan meningkatkan keinginan karyawan untuk membantu dan berkontribusi lebih banyak.
4. Mendorong Budaya Kerja Positif
Organisasi yang mendorong budaya gratitude akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif. Hal ini berdampak pada menurunnya tingkat turnover serta meningkatnya loyalitas karyawan.
Cara Menerapkan Gratitude di Tempat Kerja
Oleh karena itu, penting bagi individu maupun organisasi untuk membiasakan praktik gratitude dalam keseharian di tempat kerja. Adapun beberapa cara menerapkan sikap gratitude dalam bekerja hal berikut ini mungkin dapat menjadi contoh:
1. Mengucapkan Terima Kasih Secara Tulus
Salah satu cara paling sederhana adalah dengan mengucapkan thank you secara langsung. Ucapan terima kasih yang tulus dapat membuat rekan kerja merasa dihargai dan meningkatkan ikatan sosial. Grant & Gino (2010) menunjukkan bahwa ungkapan terima kasih dari atasan mampu meningkatkan motivasi dan rasa memiliki pada karyawan.
2. Memberikan Apresiasi Terhadap Kontribusi
Apresiasi bisa berupa pujian, pengakuan di depan tim, atau pemberian penghargaan kecil. Hal ini menumbuhkan semangat positif dan menciptakan budaya kerja suportif (Algoe, 2012).
3. Membuat Kebiasaan Refleksi Syukur
Karyawan dapat membiasakan diri menuliskan hal-hal yang mereka syukuri setiap hari, misalnya melalui gratitude journal. Praktik ini terbukti meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres (Emmons & Stern, 2013).
4. Menyediakan Program Apresiasi dari Perusahaan
Organisasi dapat membangun sistem apresiasi seperti employee recognition program, penghargaan karyawan terbaik, atau platform digital untuk memberi ucapan terima kasih antar rekan kerja. Menurut studi Waters (2012), program apresiasi dalam organisasi berperan penting dalam memperkuat budaya positif.
5. Memberi Feedback Positif
Selain kritik membangun, memberikan feedback yang menekankan pada kelebihan dan pencapaian karyawan juga merupakan bentuk gratitude. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi kerja.
6. Menghargai Pencapaian Kecil
Gratitude tidak hanya berlaku untuk pencapaian besar. Menghargai usaha sederhana, seperti membantu rekan kerja atau menyelesaikan tugas kecil dengan baik, dapat memperkuat budaya saling menghormati (Wood et al., 2010).
Kesimpulan
Gratitude di tempat kerja dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, memberi apresiasi, hingga membangun sistem penghargaan dalam organisasi.
Dengan membiasakan praktik syukur, individu akan merasakan kesejahteraan psikologis, sedangkan organisasi akan memperoleh lingkungan kerja yang lebih harmonis, produktif, dan berkelanjutan.
Referensi
Algoe, S. B. (2012). Find, remind, and bind: The functions of gratitude in everyday relationships. Social and Personality Psychology Compass, 6(6), 455–469.
Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.
Emmons, R. A., & Stern, R. (2013). Gratitude as a psychotherapeutic intervention. Journal of Clinical Psychology, 69(8), 846–855.
Grant, A. M., & Gino, F. (2010). A little thanks goes a long way: Explaining why gratitude expressions motivate prosocial behavior. Journal of Personality and Social Psychology, 98(6), 946–955.
Waters, L. (2012). A review of school-based positive psychology interventions. The Educational and Developmental Psychologist, 29(2), 75–90.
Wood, A. M., Froh, J. J., & Geraghty, A. W. (2010). Gratitude and well-being: A review and theoretical integration. Clinical Psychology Review, 30(7), 890–905.
Algoe, S. B. (2012). Find, remind, and bind: The functions of gratitude in everyday relationships. Social and Personality Psychology Compass, 6(6), 455–469.
Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.
Emmons, R. A., & Stern, R. (2013). Gratitude as a psychotherapeutic intervention. Journal of Clinical Psychology, 69(8), 846–855.
Grant, A. M., & Gino, F. (2010). A little thanks goes a long way: Explaining why gratitude expressions motivate prosocial behavior. Journal of Personality and Social Psychology, 98(6), 946–955.

Post a Comment