EjB3vSKmQo697EadCV9cGlL38GnDuoUNUgLqklCB
Bookmark

Mengenal Apa Itu Humanisme Serta Sejarah Dan Perkembangannya

Manusia adalah makhluk yang unik dengan bekal pengetahuannya menjadikan ia mampu hidup begitu dinamis, sebagaimana pada sejarah dan peradaban manusia aktivitas kehidupannya selalu mengalami perubahan.

Masa awal pengetahuan manusia masih bersifat kosmologis seperti mencari substansi dari alam semesta, misalnya yang dilakukan para filsuf Yunani kuno di abad ke-6 SM mulai dari Thales, Anaximandros, Anaximenes, Parmanindes, Heraklitus dan Demokritus. 

Baru pada kemunculan kaum sofis pembahasan yang memfokuskan pada persoalan manusia mulai dibicarakan. Pembahasan tentang manusia ini justru lebih kompleks dari pada kosmologis yang awalnya membicarakan tentang substansi atau asal-usul alam semesta.

Mengenal apa itu humanisme serta sejarah dan perkembangannya
Gambar. Mengenal apa itu humanisme serta sejarah dan perkembangannya. Sumber. pixabay.com

Hal ini karena manusia selalu diperhadapkan dengan mempertanyakan kembali tentang pengetahuan, kebebasan, keadilan, baik dan buruk serta persoalan tentang yang indah dan jelek. 

Pembahasan yang begitu kompleks tentang manusia ini juga menjadi cabang filsafat tersendiri, bahkan di abad pertengahan telah menjadi suatu aliran yang kita kenal dengan humanisme. Kemunculan aliran ini menjadi sangat kontroversial bukan hanya di masa-masa itu yang selalu diperhadapakan dengan otoritas gereja, melainkan di masa sekarang humanisme masih menjadi aliran dan istilah yang tabu.

Untuk itu pada pembahasan ini kita akan mencoba mengenal lebih jauh tentang apa itu humanisme? Apa saja isu-isu yang dibawa dalam pembahasan humanisme? Serta bagaimana sejarah perkembangan humanisme dari masa Yunani Kuno era kontemporer?

Pengertian Humanisme Berdasarkan Istilah

Apa itu humanisme? Istilah ini cukup terkenal sejak abad pertengahan sampai sekarang. Adapun pengertian dan definisi humanisme ini juga memilki akar kata yang sangat beragam sekaligus mempengaruhi konteks maknanya. Seperti dasar kata humanum, humanitas dan humaniora yang akan diuraikan sebagai berikut:

1. Humanisme dari kata humanum

Menurut (Tuhuleley, 2003: 10) yaitu gambaran manusia dalam hakekatnya dan kedudukannya di dunia. Hakikat manusia sering dikatakan sebagai pribadi merdeka, makhluk Tuhan, bahkan dalam Islam disebut sebagai Khalifah atau Wakil Tuhan di dunia.

Kedukan itu karena manusia selaku individu disebut yang pertama adalah"creature rational"(makhluk berakal). Kedua “zoon politicon‟ (makhluk yang berpolitik), "creature symbolicum" (makhluk yang menggunakan simbol-simbol), "homo faber" (makhluk yang senang bekerja), "homo eroticus" (makhluk yang senang bercinta-cintaan) dan lain sebagainya. 

Dengan unsur-unsur tersebut menurut (Tuhuleley, 2003: 10) menyebutkan bahwa dari unsur tersebut manusia merupakan unsur utama dalam kolektivitas atau kehidupan bersama dengan manusia lainnya,d engan kata lain sebagai anggota sosial.

2. Humanisme dari kata humanitas

Ditinjau dari kata humanitas, maka humanisme artinya suatu hubungan baik dan harmonis antara manusia dan individu lainnya. Semua itu ditandai dengan hubungan yang berdasarkan pada kehalusan budi pekerti atau adab, penuh pengertian, apresiasi, simpati kebersamaan dan sebagainya. 

3. Humanisme dari kata humaniora

Pengertian humanisme dilihat dari kata humaniora sangat berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan bidang ilmu.Menurut (Abidin, 2000 :172) Termasuk bidang humaniora ialah ilmu-ilmu seperti sejarah, anthoropologi budaya, bahasa, kesusastraan, seni, arkeologi, falsafah/filsafat, ilmu-ilmu keagamaan, dan lain sebagainya.

Pengertian Humanisme Menurut Para Ahli

Dalam kamus bahasa Indonesia kontemporer, humanisme adalah paham yang mempunyai tujuan menumbuhkan rasa perikemanusiaan dan bercita-cita untuk menciptakan pergaulan hidup manusia yang lebih baik, (Salim dan Yenny Salim, 1991:541).

Istilah humanisme juga telah banyak dikemukakan oleh para ahli atau pakar sesuai dengan sudut pandang kajiannya. Adapun beberapa pengertian humanisme menurut para ahli akan dikemukakan, yaitu sebagai berikut: 

  • Humanisme menurut (Davies, 1997)

Menurut (Davies, 1997: 125-126) humanisme secara harfiah diliht dari akar kata yang berkaitan dengan kata "humus" yaitu diartikaan sebagai "tanah" atau "bumi". Kemudian lawan kata dari istilah-istilah itu adalah makhluk "di luar" manusia berupa binatang, tumbuh-tumbuhan, dan bahkan termasuk dewa-dewa atau dikenal "deus"/"divus"-"divinus."

Mengungkapkan bahwa esensi humanisme berada dalam persepsi manusia sebagai makhluk rasional sebagaimana dalam sastra klasik ditampilkan sifat manusia pada kepenuhan kebebasan intelektual dan moral, (Davies, 1997: 22).

  • Humanisme menurut (Harjana, 1997)

Menurut Mangun Harjana pengertian humanisme adalah pandangan yang menekankan martabat manusia dan kemampuannya, (Harjana, 1997: 23). Istilah ini berasal dari bahasa Latin human mengandung arti manusia, dan isme berarti paham atau aliran.

Berawal dari kata tersebut kemudian ada istilah "homo" yang artinya "manusia" dan kata "humanus" yang artinya "manusiawi", serta "humilis" yang berarti "kesederhanaan"atau "kerendahan hati". Kata humanus bersifat manusiawi sesuai dengan kodrat manusia, (Harjana, 1997: 93).

  •  Humanisme menurut (Abidin, 2000)

Humanisme juga berasal dari kata humanitas yang kemudian diberi akhiran isme menjadi humanisme yang menunjukkan istilah aliran atau paham, (Abidin, 2000: 41).

Dengan demikian definisi humanisme dapat dipahami sebagai suatu paham atau gerakan kemanusiaan. Menurut (J.A. Symonds, 1840-1893) esensi dari gerakan humanisme merupakan sebuah konsistensi mengenai pembaharuan pemaknaan kebebasan manusia dari determinasi teologis yang mengikat. 

Sejarah dan Perkembangan Humanisme

Humanisme secara historis dikenal pada abad 14-15 dan hal itu identik dengan abad pertengahan. Seringkali dikenal sebagai masa-masa renaissance yang dapat diartikan sebagai kebangkitan kembali ilmu pengetahuan. Pemahaman ini mungkin tidak ada salahnya, namun hal itu juga bisa dikatakan belum terlalu lengkap.

Sebenarnya pemahaman mengenai humanisme tidak hanya dipahami di abad pertengahan, karena pemahaman tentang humanisme sudah ada pada zaman Yunani kuno atau klasik pada abad 6 SM.

Untuk itu pada bagian ini kita akan mencoba mengenal lebih jauh tentang perkembangan aliran humanisme, mulai dari zaman Yunani Kuno sampai dengan masa modern dan kontemporer. Karena perkembangan ini juga mengartikan makna humanisme menjadi berbeda-beda. Adapun sejerah dan perkembangan humanisme dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konsep Humanisme Yunani Kuno

Pada masa Yunani Kuno klasik istilah humanisme sebenarnya belum terlalu dikenal dan belum dilihat sebagai istilah, ajaran, maupun gerakan. Namun nilai-nilainya sudah ada sejak membicarakan pendidikan manusia atau yang dikenal dengan konsep paideia yang ada dalam humanisme.

Paideia tidak hanya sebagai pintu masuk dalam memahami manusia sebagai totalitas, melainkan suatu wahana untuk menyelaraskan kedua potensi manusia yaitu badan dan jiwa.

Humanisme pada masa Yunani klasik ini membicarakan persoalan dan pertimbangan mengenai kodrat dari manusia. Menurut (Copleston, 1993: 82) manusia pada masa Pra-Sokrates, sebagai tahap awal filsafat Yunani dan kemunculan kaum Sofis telah banyak membicarakan tentang pemikiran mereka tentang manusia dan peradabannya sebagai mikrokosmos dari pada makrokosmos.

2. Humanisme Renaissance

Humanisme renaissance adalah gerakan para pemikir atau intelektual yang muncul di Italia sebagai bentuk optimisme pada kemanusiaan dengan melihat kembali kebudayaan Yunani Kuno dan literatur Latin yang menjunjung tinggi rasionalitas manusia.

Antroposentris adalah kategori dasar dari humanisme renaissance, namun bukan berarti mereka anti terhadap agama. Kritik kerasnya terletak pada bagaimana orang-orang menggunakan agama sebagai otoritas tertinggi dalam mengatur kehidupan manusia, dan bukun padaa gama itu sendiri.

Memang sikap optimis humanisme renassance terhdap manusia lebih cenderung konservatif, yang kemudian berkembang lebih menjadi lebih sekuler atau pada masa modern dikenal sebagai aliran yang lebih liberal.

Gerakan humanisme renaissance kemudian diikuti dengan kemunculan gerakan reformasi gereja untuk kembali pada ajaran Kitab Suci. Hal tersebut kemudian menyebabkan perubahan konstelasi agama di Eropa sehingga melahirkan pandangan-pandangan seperti nasionalisme, kapitalisme dan demokrasi sebagai ciri utama dunia atau abad modern, (Wisok, 2008: 88-89).

3. Humanisme Abad Modern

Pada Abad Modern yang bertendensi pada sekularisme sebagai perkembangan gerakan humanisme renaissance, usaha-usaha eksplorasi rasio dan kemampuan akal budi manusia dikenal dengan Aufklarung atau Enlightenment.

Humanisme Abad Modern yang bercorak antroposentris diwarnai dengan timbulnya suatu perkembangan pesat atas ilmu pengetahuan seperti pada temuan Francis Bacon yang meletakan metode Isac Newton. 

Dimulai dari perkembangn ilmu pengetahuan tersebut, yang didorong oleh gerakan pencerahan, kemudian timbul sekulerisasi dalam kancah dunia modern, yang pengaruhnya menjadi diskursus utama pada era selanjutnya, yaitu pada era kontemporer.

4. Humanisme Kontemporer

Humanisme kontemporer dapat disamakan dengan suatu pandangan atas dunia dan manusia (weltanschauung), yang secara sempit dapat juga diartikan sebagai sebuah toleransi dalam tatanan sistem sosial. Hal tersebut kemudian menimbulkan pandangan bahwa agama lebih banyak dilihat dari sisi negatifnya terhadap humanisme kontemporer ketimbang dimensi positifnya, (Munir, 2005: 22).

Pokok Pembahasan Humanisme

Apa yang menjadi isu pokok dalam pembahasan humanisme? Menurut (Saifullah, 2014) ada beberapa hal yang menjadi isu-isu dasar humanisme diantaranya: freedom, naturalisme, perspektif sejarah, pengangguan terhadap sains. Adapun hal ini akan diuraikan, yaitu sebagai berikut:

1. Freedom

Institusi-institusi pada abad seperti gereja, feodalisme, kekaisaran telah merekayasa, mengekang serta merekayasa cara berpikir, humanisme bertujuan untuk menumbangkan otonomi dari kekuasaan-kekuasaan tersebut.

2. Naturalisme

Naturalisme dalam aliran humanisme memiliki pandangan bahwa manusia adalah bagian terpenting dari alam semesta, walaupun tesis humanisme mengangkat manusia sebagai kekuatan untuk suatu pembebasan the power of freedom. 

Akan tetapi pendukung aliran ini tidak pernah melupakan badan dan kesenangan lahiriah lewat penaklukannya terhadap alam, yang dianggap sebagai objek dari proyek-proyek manusia, dengan untuk sementara menangguhkan perhatian terhadap hal-hal yang bersifat meta alam.

3. Perspektif Sejarah

Di Eropa kaum humanis dianggap menemukan kesadaran untuk bangkit dengan cara-cara penggalian terhadap nilai-nilai yang rasional filsafat Yunani. Sehingga ada upaya untuk mengembangkan seni berfikir atau bertindak dengan metode penalaran Aristoletels yang bahkan lewat dukungan metodologi seperti sains modern demi merekayasa masa depan.

4. Pengagungan terhadap Sains 

Bahwa kesulitan manusia lebih banyak ditimbulkan oleh kelemahan dalam memahami dan menaklukkan alam, meeksplorasi dan experimentasi sains ilmiah dan penemuan yang dihasilkannya dianggap lebih utama dari pada doktrin Gereja yang tidak humanistik dan rasional.

Referensi

Abidin, Zainal. 2009. Filsafat Manusia. Cetakan Kelima. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.


Copleston, Frederick. 1993. A History of Philosophy: Volume I Greece and Rome, From the Pre-Socrates to Plotinus, Image Books-Doubleday, New York.


Davies, Tony. 1997. Humanism. Roudledge, New York.


Harjana, Mangun. 1997. Isme-Isme Dalam Etika Dari A Sampai Z. Yogyakarta: Kanisius.


Munir, Miftahul. 2005. Filsafat Kahlil Gibran: Humanisme Teistik, Paradigma, Yogyakarta.


Peter Salim dan Yenny Salim. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Ed. I. Jakarta: Modern English Press.


Saifullah. 2014. Renaissance dan Humanisme Sebagai Jembatan Lahirnya Filsafat Modern. Jurnal Ushuluddin, Vol. XXII, No. 2.


Tuhuleley, Said et, al (ed). 2003. Masa Depan Kemanusiaan. Jendela, Yogyakarta.


Wisok, Johanes P. Humanisme Sekular dalam Sughiarto, Bambang (Ed.), 2008, Humanisme dan Humaniora: Relevansinya bagi Pendidikan, Jalasutra, Yogyakarta.

Post a Comment

Post a Comment